kisah inspiratif

Imam Juneid adalah pimpinanya golongan ulama ahli tasawuf / ahli toriqot. Lahir di kota Iraq. Imam Juneid salah seorang alim ahli fiqh menganut madzab Abu Tsaur, Abu Tsaur adalah seorang mujtahid mutlaq, tetapi akhirnya Imam Juneid mengikuti madzab Syafi’ie.
Setengah dari perkataan Imam Juned : Kita ini tidak menjalankan ilmu tasawuf dari perintah ini dan itu, tetapi kita menjalankan ilmu tasawuf dari susah, dan meninggalkan dunia dan memutuskan segala ketergantungan hati terhadap dunia.
Semua jalan wusul terhadap Allah itu buntu terhadap semua murid, kecuali jalanya orang yang mau mengikuti jalanya Rasulullah SAW, maksudnya mengikuti sunah Rasul baik segala ucapanya, tindak lakunya/akhlaknya maupun i’tiqodnya.
Wiridnya Imam Juneid adalah shalat 400 rakaat setiap harinya, dan puasa dhohir tidak mau mukah, kecuali bila ada tamu saudara-saudaranya muslim, lalu makan bersama mereka dan diam. Beliau berkata : Membantu saudara itu tidak bisa dianggap lebih sedikit pahalanya dibanding keutamaanya puasa.
Suatu hari, Iblis masuk ke rumahnya Imam Juneid menyamar seperti muridnya lalu berkata : aku ingin mengabdi kepada anda tanpa upah, " Silakan lakukan "Jawab Imam Juneid. Iblis mengabdi kepada Imam Juneid selama 10 thn, tetapi tidak bisa menemukan hatinya Imam Juneid lupa terhadap Allah, sekerdip mata saja tidak pernah dia melihatnya. Karena putus asa iblis pamit dan mengucap : aku ini iblis. Imam Juneid berkata : Aku tahu kalau kamu iblis, makanya aku menjadikan kamu jadi pelayan karena untuk menyiksa kamu. Karena di akherat, kamu tidak akan mendapat pahala dari Allah SWT, iblis mengucap : aku kok tidak melihat bahan pangan kekuatanmu. Imam Juneid berkata : Pergilah kamu yaa mal’un, kamu mau memasukkan ke hati ini rasa takabur, karena itu keluarlah dengan hina hei iblis.
Ada seseorang datang membawa uang 500 dinar, lalu ditaruh di depan Imam Juneid lalu berkata : Ini uang 500 dinar supaya anda bagi-bagikan kepada jamaah anda. Lalu Imam Juneid berkata : Apa anda punya uang selain ini, Orang itu berkata : Iya saya punya, Imam Juneid berkata : Apa anda masih mencari tambahan ? Orang itu berkata : Iya.
Imam Juneid berkata : Ambil saja kembali uang 500 dinar ini, Karena kamu lebih membutuhkanya daripada kita. Imam Juneid tidak mau menerimanya.
Imam Juneid berkata : Syukur itu bagus, tetapi ada penyakitnya, karena orang yang bersyukur dan mengharapkan tambahan dari Allah SWT. Karena Allah berfirman : Lainsyakartum Laaziidannakum=Demi keagunganKu, Bersyukurlah kamu sekalian kepadaKu maka akan aku tambahkan kepadamu sekalian. Jadi orang yang syukur dengan mengharapkan tambahan itu, Menghadap kepada Allah dengan syukurnya bercampur dengan kepentingan dirinya. Sebaiknya syukur itu kamu sekalian tidak melihat diri kalian sebagai orang yang ahli mendapat rahmatNya Allah Ta’ala.
Apabila kamu melihat seorang ahli tasawuf baik murid toriqot ataupun gurunya mengurusi lahiriahnya, dirinya atau pakaianya, atau menata ucapanya, maka orang itu hanyalah seorang yang kosong didalamnya.

>>R.Penta Sadewa


jilid 2

Aku bertemu iblis di pasar sedang telanjang, tanganya sedang memegang sepotong roti yang dimakanya, lalu aku berkata : Heey iblis ! Apa kamu tidak mempunyai rasa malu terhadap orang-orang, iblis berkata : Ya Abal Qosim ! apa di atas bumi ini ada orang yang perlu dimalui, orang-orang yang perlu dimalui sudah ada di dalam bumi (yakni mati) tubuhnya sudah hancur dimakan tanah.
Imam Juneid berkata : Dasarnya ilmu Tauhid itu ada sejak 20 th yang lalu. Orang-Orang sekarang itu hanya membahas pada pinggirnya ilmu Tauhid.
Imam Juneid berkata : Tasawuf itu didasarkan pada pekerti delapan Nabi a’laihimusholatu wassalam yaitu mudah memberi, pekerti ini pekertinya Nabi Ibrahim AS, dan ridho terhadap qodho dan takdirnya Allah SWT, pekerti ini pekertinya Nabi Ishaq AS, dan sabar, pekerti ini pekertinya Nabi Ayyub AS, dan isyaroh (tidak banyak bicaranya),pekerti ini pekertinya Nabi Zakariya AS, dan mencil ( tidak butuh dikenal masyarakat ) pekerti ini pekertinya Nabi Yahya AS, dan memakai pakaian bulu, pekerti ini pekertinya Nabi Musa AS, dan berkelana, pekerti ini pekertinya Nabi Isa AS, dan fakir, pekerti ini pekertinya nabi Muhammad SAW.
Hati manusia itu tidak bisa bening dan bersih menghadapi ilmu akherat, kecuali jika kamu sekalian lepas dari dunia, Dari itulah supaya kamu sekalian melihat pada awal mula perkara kamu sekalian pada perkara mengeluarkan dunia dari hati para saudara sekalian.
Hati-hati jangan sampai ada di hati saudara ada yang terpendam cinta dunia yang tersembunyi di hati saudara yang menjadi sebabnya saudara berhenti pada meningkatkan diri saudara. Sedangkan guru saudara tidak bisa memindahkan saudara sekalian sedikit pun dari cinta dunia apabila masih ada cinta dunia yang terpendam. Dengarkanlah apa yang saya katakan ini dan taatilah.
Imam Juneid berkata : semua jalan menuju wusul terhadap Allah itu buntu untuk semua makhluknya Allah yakni semua muslimin, kecuali untuk orang-orang yang mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dan jangan sampai mengadakan bid’ah-bid’ah yang menjadikan buntunya jalanya wusul terhadap Allah SWT.
Setengah dari perkataan Imam Juneid yaitu : setengah dari amal-amal itu ada amal yang tidak dilihat oleh malaikat khafadhoh. Yaiku dzikir Allah dengan hati dan apa yang tersembunyi di dalam hati yaitu rasa dan kemegahanya Allah dan mengagungkan Allah dan perasaan khouf/takut terhadap Allah dan mengagungkane perintah-perintahnya Allah dan larangan-laranganya Allah.
Imam Juneid berkata : Saudara-saudara sekalian spy sama-sama menjaga waktu saudara, karena waktu itu apabila sudah lewat tidak bisa kembali, wirid-wirid saudara itu spy dipertemukan jangan sampai kosong, Apabila begitu tentu saudara sekalian akan melihat manfaatnya wirid-wirid itu ada di darul iqomah (akherat).
Sedikit pun dari dunia ini jangan sampaii melupakan diri saudara sekalian dari dzikir kepada Allah. Karena sedikit dari dunia itu bisa menghilangkan dari banyaknya amal akherat.
Imam Juneid berkata : siapa orangnya yang isyaroh terhadap Allah artinya mengajak ibadah kepada Allah hingga wusul terhadap ma’rifat Allah, tetapi dirinya sendiri condong cinta kepada selain Allah, maka akan diuji dengan bermacam-macam cobaan. Kalimat zikirnya dihalang-halangi dari hatinya dan hanya dapat berjalan di lisanya saja. Apabila orang itu ingat dan anjunggung terhadap Allah terus-menerus, Allah akan menghilangkan cobaan tersebut itu, apabila orang itu terus-menerus condong terhadap selain Allah, Allah akan mencabut rasa welas asih terhadap orang itu dari hatinya masyarakat, sampai masyarakat tidak mempunyai rasa welas terhadap dirinya, jadi hidupnya selalu apes, matinya mati yang menyusahkan, di akheratnya membuat susah, ‘’Semoga kita semua dijauhkan dari condong terhadap selain Allah’’ .
Imam Juneid berkata : Saya tidak melihat orang yang mengagung-ngagungkan dunia kemudian matanya mentheleng terus selamanya di dunia, yang bisa menteleng terus menerus matanya artinya senang itu hanya orang yang mementingkan akherat dan meninggalkan cinta dunia.
Ketika Imam Juneid ada tanda-tandanya mau wafat : Syeh Jarir RA bertamu dan berkata : Apa anda ada hajat yang perlu saya penuhi ? Imam Juneid berkata : iya, Bila aku sudah mati, spy aku kamu mandikan, terus dikafani dan disholati, Syekh Jarir dan teman-temanya menangis, kemudian Imam Juneid berkata : Saya ada hajat yang lain. Syeh Jarir berkata : Apa hajat itu ? Imam Juneid berkata : Kamu spy membuat makanan walimah, Nanti apabila jamaah sudah pulang meninggalkan janazah bisa pulang dan memakan makanan walimah itu, supaya hatinya tidak terlalu sedih dan susah. Syeh Jarir lalu menangis. Wallahu Subhaana wa ta’ala a.

>>Ktb Manaqibul Auliya Krgn Ky. Muh. Umar Aqib Al Qodari X wungu Jateng.
Penerjemah : R. Penta SADEWA dkk.
Previous
Next Post »